Kendari, 27 September 2026 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara melakukan pembinaan dan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) Tahun Anggaran 2026 di UPT BKN Kendari.
Kehadiran kedua pimpinan wilayah tersebut menjadi bentuk komitmen untuk memastikan seluruh tahapan seleksi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN berlangsung tertib, transparan, objektif, dan menjunjung tinggi integrit

Pelaksanaan SKD pada Sesi ke 4 Minggu (27/09), diikuti sebanyak 50 peserta dari total 109 peserta seleksi di lingkungan Kanwil Imipas Sulawesi Tenggara. Berdasarkan Berita Acara Penyelenggaraan Seleksi, dari jumlah tersebut 48 peserta hadir dan 2 peserta tidak hadir.
Panitia Daerah bersama Tim Pelaksana CAT BKN telah melaksanakan prosedur sesuai standar operasional. Seluruh peserta dilakukan pemeriksaan fisik terhadap barang dan benda yang dilarang dibawa ke dalam ruang ujian, seperti telepon seluler, kamera, alat pendengar, aksesori, dan catatan. Sementara dari sisi sarana, perangkat komputer, konektivitas jaringan, sistem CAT BKN, CCTV, ruang tunggu, hingga daya cadangan (genset) telah dinyatakan layak dan siap digunakan.
Selama pelaksanaan, tidak ditemukan kejadian khusus maupun kendala teknis, dengan keterangan nihil dalam berita acara.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara, Azwar Anas, menegaskan bahwa pengawasan langsung ini merupakan bentuk pertanggungjawaban untuk menjaga marwah seleksi kedinasan.
"Kami pastikan proses seleksi berjalan transparan, bersih, dan berintegritas. Kami minta seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan mengikuti proses dengan disiplin. Kelulusan hanya ditentukan oleh hasil kerja keras peserta," tegasnya.
Secara umum, pelaksanaan SKD hari pertama berjalan aman, tertib, dan lancar. Seleksi akan dilanjutkan pada Senin, 28 September 2026 untuk Sesi 1 dan Sesi 2 di lokasi yang sama.
Melalui sistem CAT yang akuntabel, diharapkan terjaring calon taruna-taruni terbaik yang memiliki kemampuan akademik dan integritas untuk mengikuti pendidikan kedinasan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyaraka