KENDARI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat provinsi di Kendari, Selasa (21/7/2026).
Mengusung tema “Wujudkan Optimalisasi Peran TIMPORA dalam Mendukung Iklim Investasi di Sultra”, forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas instansi dalam pengawasan warga negara asing (WNA) sekaligus menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sultra, Roni Yakub Laute, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menyampaikan lima pesan kunci yang wajib menjadi pedoman seluruh anggota TIMPORA:
Penguatan Integrasi Data: Mempercepat pertukaran informasi WNA antar-instansi.
Penegakan Hukum Tegas: Meningkatkan konsistensi dan ketegasan terhadap pelanggaran keimigrasian.
Sinergi Daerah: Memperdalam kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.
Pembangunan Nasional: Menyesuaikan arah pengawasan dengan target pembangunan nasional.
Evaluasi Berkala: Melakukan pembenahan sistem dan fungsi pengawasan secara berkelanjutan.

Kepastian Hukum untuk Investor dan Masyarakat
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sultra, Azwar Anas, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi antar-instansi dalam memantau keberadaan WNA. Menurutnya, pengawasan yang terintegrasi akan memberikan kepastian hukum, baik bagi pihak asing maupun masyarakat lokal.
"Melalui rakor ini, kita pastikan seluruh WNA—baik tenaga kerja, keluarga, maupun peneliti—memiliki dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan yang sah sesuai hukum. Kepastian hukum ini penting untuk kenyamanan investor, sekaligus memastikan kehadiran mereka memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Sultra," ujar Azwar Anas.
Dengan keterpaduan langkah antar-instansi di bawah bendera TIMPORA, Kanwil Imigrasi Sultra optimistis stabilitas keamanan wilayah dapat terus terjaga, sehingga daya tarik investasi Sulawesi Tenggara di mata global terus meningkat.
