MUNA. 9 Juni 2026 – Menjaga keamanan dan menegakkan hukum di wilayah kepulauan dengan garis pantai yang panjang merupakan tantangan tersendiri bagi jajaran imigrasi. Karakteristik wilayah Sulawesi Tenggara yang dinamis menuntut kesiapsiagaan penuh agar setiap aktivitas Warga Negara Asing (WNA) yang masuk tetap berada di bawah koridor hukum yang berlaku. Menjawab tantangan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dengan menggelar operasi pengawasan intensif di Kabupaten Muna.
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendeteksi secara dini setiap potensi pelanggaran keimigrasian. Selama empat hari penuh, sejak tanggal 07 hingga 10 Juni 2026, tim khusus dari Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara bergerak menyusuri berbagai sudut strategis di Kabupaten Muna. Operasi ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan dokumen, melainkan juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengawasan wilayah.
Menyatukan Frekuensi Bersama Korps Bhayangkara
Misi penting ini digerakkan dengan fokus penuh sejak hari pertama mendarat di Bumi Muna. Titik labuhan pertama yang dituju oleh tim keimigrasian adalah Markas Kepolisian Resor (Polres) Muna. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memperkuat koordinasi keamanan di tingkat wilayah.
Kedatangan jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara ke markas korps baju cokelat tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial belaka. Di ruang pertemuan, pihak imigrasi dan kepolisian langsung duduk bersama, membuka lembaran data, dan saling bertukar informasi intelijen terkait peta pergerakan orang asing di wilayah hukum Muna. Sinergi ini dirasa sangat vital mengingat polres memiliki jaring informasi yang luas hingga ke tingkat desa, menjadikannya mitra strategis utama bagi Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara dalam mengendus aktivitas mencurigakan sejak dini.
Penyisiran di Sektor Akomodasi
Usai mengunci kesepakatan taktis bersama kepolisian, tim bergerak menuju sektor-sektor yang menjadi pintu masuk utama peristirahatan para pelancong dan pekerja asing. Sektor perhotelan menjadi target krusial karena sering kali menjadi titik buta jika pengelolaannya tidak tertib administrasi. Langkah awal dimulai dengan menyambangi Hotel Aliah.
Di lokasi ini, suasana pengawasan yang humanis namun tegas langsung terasa saat petugas mulai memeriksa daftar *manifest* tamu hotel. Petugas dengan teliti mencocokkan data administratif yang dilaporkan pihak manajemen dengan kondisi riil di lapangan. Pemeriksaan dokumen ini penting dilakukan guna memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan izin tinggal atau adanya WNA yang beraktivitas tanpa dokumen sah di wilayah tersebut.
Penyisiran kemudian dilanjutkan dengan menyasar Hotel Astika. Sama seperti di lokasi sebelumnya, audit dokumen akomodasi dilakukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Kehadiran jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara di hotel-hotel ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan negara hadir dan aktif hingga ke tingkat daerah pendukung.
Mengubah Pola Pikir Lewat Edukasi Persuasif
Menariknya, operasi kali ini tidak melulu soal penindakan hukum yang kaku. Di sela-sela pemeriksaan lembar dokumen di Hotel Aliah dan Hotel Astika, jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara memanfaatkan momentum untuk berdialog langsung dengan para pemilik dan pengelola hotel. Dialog ini dilakukan untuk memberikan edukasi mendalam mengenai kewajiban pelaporan orang asing yang menginap, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Petugas menjabarkan secara rinci bagaimana pengelola hotel dapat memanfaatkan sistem pelaporan digital yang kini telah disediakan. Dengan pendekatan persuasif ini, ketakutan pelaku usaha terhadap pemeriksaan perlahan mencair. Mereka mulai memahami bahwa ketertiban administrasi justru akan melindungi bisnis mereka dan menjaga situasi keamanan lingkungan sekitar tetap kondusif.
Menkahiri Operasi dengan Catatan Positif
Setelah empat hari berjibaku menyisir Kabupaten Muna, operasi pengawasan keimigrasian ini akhirnya diselesaikan dengan catatan yang sangat positif. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa ada kendala berarti di lapangan. Dukungan penuh dari aparat penegak hukum setempat serta sikap kooperatif dari para pelaku usaha perhotelan menjadi kunci utama kesuksesan misi kali ini.
Pihak Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Tenggara menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu jalannya pengawasan, serta mengingatkan bahwa keberhasilan ini adalah kemenangan bersama dalam menjaga tegaknya kedaulatan bangsa. Operasi serupa dipastikan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah lainnya di Sulawesi Tenggara, memastikan bahwa gerbang hukum Indonesia tetap berdiri kokoh tanpa celah pelanggaran. *(Red)*